Sekilas Info

Selamat datang di portal resmi LPPL Radio Suara Pendidikan Jombang.
Selamat Ulang Tahun yang ke-14 Radio Suara Pendidikan ( 15 Oktober 2004 – 15 Oktober 2018 )
Nomor telepon Radio Suara Pendidikan Jombang yang lama diganti ke nomor telepon yang baru (0321) 874791 beralih ke (0321) 8490021.
Waspada penipuan mengatasnamakan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang.
Ilustrasi: Kegiatan Pramuka Sekolah Dasar di Kecamatan Ngoro. (Rahmat Sularso Nh./MSP)
Ilustrasi: Kegiatan Pramuka Sekolah Dasar di Kecamatan Ngoro. (Rahmat Sularso Nh./MSP)

Merger: Efisiensi Proses Pembelajaran

JOMBANG – Kerap sekali muncul persoalan saat penerimaan siswa tingkat sekolah dasar yang berada dalam satu desa pada waktu tahun pelajaran baru. Tidak terpenuhinya syarat kecukupan (pagu) jumlah siswa dalam tingkat sekolah dasar membuat beberapa sekolah dasar di-merger demi efisiensi pembelajaran.

Berdasarkan Peraturan Bupati No 19 Tahun 2013, tentang pedoman penggabungan sekolah dasar, bahwa dinas pendidikan sebagai penentu kebijakan mengimplementasikan ini.

”Prosesnya terdapat pada SK Bupati No 188.4.45/147/415.6.10 2015 tertanggal 22 april 2015 terdapat 30 sekolah dasar di Jombang yang di-merger,” kata Dr. Pri Adi. MM, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang.

Dinas pendidikan membentuk team verifikasi yang terdiri dari Dewan Pendidikan dan BAPEDA yang bertugas mengklarifikasi kepada kepala sekolah, guru, komite sekolah serta menganalisa untuk direkomendasikan ke dinas pendidikan untuk digabung.

Prosesnya dalam sebuah forum rapat antara pihak terkait dengan team verifikasi akan mengklarifikasi mengenai penataan aset, guru, kepala sekolah sekaligus komite sekolah. Di dalam rapat juga akan harus diputuskan oleh kedua belah sekolah dasar hingga menemui kesepakatan. Setelah sepakat, UPTD pendidikan kecamatan akan merencanakan pengalihan aset, guru, dan kepala sekolah. Sehingga ketika SK sudah diterbitkan, sudah ada kejelasan terkait nasib akan guru.

“Tujuannya sudah pasti efisisensi dan efektifitas guru dan pembelajaran. Tetapi ada pengecualian untuk satu-satunya sekolah dasar yang berada dalam satu desa tidak akan dimerger meskipun peserta didiknya tidak memenuhi syarat. Dengan tujuan untuk melayani masyarakat didesa itu.” tutur Pri Adi lagi.

“Apabila ada perbedaan akreditasi dan kurikulum tetap akan kita satukan sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Dan persetujuan dari dinas pendidikan mengenai kurikulum yang akan digunakan,” lanjut Pri Adi.

Ada pelimpahan administrasi dalam penyelenggaraan ketatausahaan sekolah. Tim verifikasi memberikan dua opsi untuk administrasinya. Misalnya memakai nama sekolah lama atau dilebur menjadi nama sekolah baru. Teknisnya akan diatur oleh pengawas kecamatan.

Dari merger ini diharapkan kedepannya akan terjadi efisiensi dan efektifitas anggaran, penggelolaan sumber daya manusia sehingga menghasilkan peningkatan mutu. Dikarenakan untuk Jombang sendiri guru sekolah dasar kekurangan sekitar 30%. Melalui merger ini otomatis gurunya bisa dialihkan kesekolah lain. ■ m. taufiqurrohman

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>