PPDB SMA/SMK/SLB Provinsi Jawa Timur Tahun Pelajaran 2017/2018

Home

Berita Pendidikan

Berita Umum

Kepegawaian

Lowongan Pekerjaan

Agenda

Link Terkait Sekolah Lembaga Media Belajar

Sekolah

Lembaga

Media Belajar

Produk Hukum Undang-undang Peraturan Pemerintah Keputusan Presiden Instruksi Presiden Peraturan Menteri Keputusan Menteri Peraturan Daerah & Peraturan Bupati Keputusan Kepala Dinas

Undang-undang

Peraturan Pemerintah

Keputusan Presiden

Instruksi Presiden

Peraturan Menteri

Keputusan Menteri

Peraturan Daerah & Peraturan Bupati

Keputusan Kepala Dinas

Profil Sejarah Visi Misi Program Radio Crew Radio SP Struktur Organisasi Alamat Studio

Sejarah

Visi Misi

Program Radio

Crew Radio SP

Struktur Organisasi

Alamat Studio

20 Mei 2017 Berita Pendidikan 12,439 Views

Facebook

Twitter

Google +

Stumbleupon

LinkedIn

Pinterest

suarapendidikan.com – Berikut Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 23 Tahun 2017, tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru pada Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Luar Biasa di Provinsi Jawa Timur.

Selengkapnya bisa anda download dibawah ini. (aam)

16 Januari 2019

11 Januari 2019

8 Januari 2019

28 Desember 2018

18 Desember 2018

13 Desember 2018

Joko Mulyono 7 Juni 2017 at 4:25 PM PPDB dengan Sistem Zonasi, justru merugikan dan bahkan ANTI NKRI : 1. merugikan berbagai pihak, kondisi ini didukung oleh rumor yang mengatakan bahwa ada pengurangan nilai UN saaat penentuan rangking. Padahal, para siswa mencari nilai UN itu berproses selama 3 tahun, namun ternyata ketika difungsikan nilainya dikurangi (dpotong sk karepe udele dewe) hanya karena alasan domisili yang sejak lahir kehidupan mereka disana bahkan pemerintah TIDAK PERNAH andil penempatan lokasi domisili mereka. Nah, rumah domisili yang mereka bangga-banggakan bersama ortu/ jadi tempat berjuang mereka, ini justru jadi perintang/ hal mudhorot karena sistem zonasi. 2. menjadikan sikap sosial anti NKRI, contoh yang paling mudah “APA KOMENTAR ANDA, YANG TERNYATA BAHWA ANAK-ANAK DARI KEPULAUAN SERIBU MENURUT SISTEM ZONASI TIDAK BOLEH SEKOLAH DI JAKARTA ATAU WILAYAH TANGERANG” 3. pemerataan pendidikan tidak teratasi, betapa tidak anak desa tidak boleh sekolah dikota, anak desa semakin kuper anak kota semakin mudah ngibulan orang-orang desa yang kuper itu. Balas

PPDB dengan Sistem Zonasi, justru merugikan dan bahkan ANTI NKRI : 1. merugikan berbagai pihak, kondisi ini didukung oleh rumor yang mengatakan bahwa ada pengurangan nilai UN saaat penentuan rangking. Padahal, para siswa mencari nilai UN itu berproses selama 3 tahun, namun ternyata ketika difungsikan nilainya dikurangi (dpotong sk karepe udele dewe) hanya karena alasan domisili yang sejak lahir kehidupan mereka disana bahkan pemerintah TIDAK PERNAH andil penempatan lokasi domisili mereka. Nah, rumah domisili yang mereka bangga-banggakan bersama ortu/ jadi tempat berjuang mereka, ini justru jadi perintang/ hal mudhorot karena sistem zonasi. 2. menjadikan sikap sosial anti NKRI, contoh yang paling mudah “APA KOMENTAR ANDA, YANG TERNYATA BAHWA ANAK-ANAK DARI KEPULAUAN SERIBU MENURUT SISTEM ZONASI TIDAK BOLEH SEKOLAH DI JAKARTA ATAU WILAYAH TANGERANG” 3. pemerataan pendidikan tidak teratasi, betapa tidak anak desa tidak boleh sekolah dikota, anak desa semakin kuper anak kota semakin mudah ngibulan orang-orang desa yang kuper itu.

Joko Mulyono 7 Juni 2017 at 4:26 PM PPDB dengan Sistem Zonasi, justru merugikan dan bahkan ANTI NKRI : 1. merugikan berbagai pihak, kondisi ini didukung oleh rumor yang mengatakan bahwa ada pengurangan nilai UN saaat penentuan rangking. Padahal, para siswa mencari nilai UN itu berproses selama 3 tahun, namun ternyata ketika difungsikan nilainya dikurangi (dpotong sk karepe udele dewe) hanya karena alasan domisili yang sejak lahir kehidupan mereka disana bahkan pemerintah TIDAK PERNAH andil penempatan lokasi domisili mereka. Nah, rumah domisili yang mereka bangga-banggakan bersama ortu/ jadi tempat berjuang mereka, ini justru jadi perintang/ hal mudhorot karena sistem zonasi. 2. menjadikan sikap sosial anti NKRI, contoh yang paling mudah “APA KOMENTAR ANDA, YANG TERNYATA BAHWA ANAK-ANAK DARI KEPULAUAN SERIBU MENURUT SISTEM ZONASI TIDAK BOLEH SEKOLAH DI JAKARTA ATAU WILAYAH TANGERANG” 3. pemerataan pendidikan tidak teratasi, betapa tidak anak desa tidak boleh sekolah dikota, anak desa semakin kuper anak kota semakin mudah ngibulan orang-orang desa yang kuper itu. PERLU DIKAJI ULANG ……………….. Balas

PPDB dengan Sistem Zonasi, justru merugikan dan bahkan ANTI NKRI : 1. merugikan berbagai pihak, kondisi ini didukung oleh rumor yang mengatakan bahwa ada pengurangan nilai UN saaat penentuan rangking. Padahal, para siswa mencari nilai UN itu berproses selama 3 tahun, namun ternyata ketika difungsikan nilainya dikurangi (dpotong sk karepe udele dewe) hanya karena alasan domisili yang sejak lahir kehidupan mereka disana bahkan pemerintah TIDAK PERNAH andil penempatan lokasi domisili mereka. Nah, rumah domisili yang mereka bangga-banggakan bersama ortu/ jadi tempat berjuang mereka, ini justru jadi perintang/ hal mudhorot karena sistem zonasi. 2. menjadikan sikap sosial anti NKRI, contoh yang paling mudah “APA KOMENTAR ANDA, YANG TERNYATA BAHWA ANAK-ANAK DARI KEPULAUAN SERIBU MENURUT SISTEM ZONASI TIDAK BOLEH SEKOLAH DI JAKARTA ATAU WILAYAH TANGERANG” 3. pemerataan pendidikan tidak teratasi, betapa tidak anak desa tidak boleh sekolah dikota, anak desa semakin kuper anak kota semakin mudah ngibulan orang-orang desa yang kuper itu. PERLU DIKAJI ULANG ………………..

Joko Mulyono 7 Juni 2017 at 4:29 PM PPDB dengan Sistem Zonasi, justru merugikan dan bahkan ANTI NKRI : 1. merugikan berbagai pihak, kondisi ini didukung oleh rumor yang mengatakan bahwa ada pengurangan nilai UN saaat penentuan rangking. Padahal, para siswa mencari nilai UN itu berproses selama 3 tahun, namun ternyata ketika difungsikan nilainya dikurangi (dpotong sk karepe udele dewe) hanya karena alasan domisili yang sejak lahir kehidupan mereka disana bahkan pemerintah TIDAK PERNAH andil penempatan lokasi domisili mereka. Nah, rumah domisili yang mereka bangga-banggakan bersama ortu/ jadi tempat berjuang mereka, ini justru jadi perintang/ hal mudhorot karena sistem zonasi. 2. menjadikan sikap sosial anti NKRI, contoh yang paling mudah “APA KOMENTAR ANDA, YANG TERNYATA BAHWA ANAK-ANAK DARI KEPULAUAN SERIBU MENURUT SISTEM ZONASI TIDAK BOLEH SEKOLAH DI JAKARTA ATAU WILAYAH TANGERANG” 3. pemerataan pendidikan tidak teratasi, betapa tidak anak desa tidak boleh sekolah dikota, anak desa semakin kuper anak kota semakin mudah ngibulan orang-orang desa yang kuper itu. MUNCULNYA SEKOLAH FAOVOURIT BUKAN ADA KESENGAJAAN, JUSTRU INI SELEKSI ALAM YANG TIDAK ADA PENOLAKAN DARI MASYARAKAT Balas

MUNCULNYA SEKOLAH FAOVOURIT BUKAN ADA KESENGAJAAN, JUSTRU INI SELEKSI ALAM YANG TIDAK ADA PENOLAKAN DARI MASYARAKAT

Joko Mulyono 7 Juni 2017 at 4:30 PM MUNCULNYA SEKOLAH FAOVOURIT BUKAN ADA KESENGAJAAN, JUSTRU INI SELEKSI ALAM YANG TIDAK ADA PENOLAKAN DARI MASYARAKAT Balas

Kaka 11 Juli 2017 at 8:57 AM UN dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik hanya jadi sampah cuma gara2 zonasi… Pendidikan anak adalah pendidikan generasi bangsa ini. Boleh saja bikin aturan zonasi tapi harus ada acuan standard nilai terendah… Dimana kompetisi yg menjadi yg terbaik dalam mencari ilmu tetap berharga, bukan cm karena rumah deket sekolah… Kenapa ga sekalian bikin aturan rumah deket kelurahan nanti kerja jadi PNS di kelurahan. Tolong kalo bikin aturan disosialisasikan dan biarkan masyarakat menilai dulu pantas diterapkan atau tidak, para pemimpin itu melayani masyarakat untuk memajukan masyarakat, bukan untuk bikin keputusan tanpa memikirkan faktor yg akan dialami masyarakat. Balas

UN dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik hanya jadi sampah cuma gara2 zonasi… Pendidikan anak adalah pendidikan generasi bangsa ini. Boleh saja bikin aturan zonasi tapi harus ada acuan standard nilai terendah… Dimana kompetisi yg menjadi yg terbaik dalam mencari ilmu tetap berharga, bukan cm karena rumah deket sekolah… Kenapa ga sekalian bikin aturan rumah deket kelurahan nanti kerja jadi PNS di kelurahan. Tolong kalo bikin aturan disosialisasikan dan biarkan masyarakat menilai dulu pantas diterapkan atau tidak, para pemimpin itu melayani masyarakat untuk memajukan masyarakat, bukan untuk bikin keputusan tanpa memikirkan faktor yg akan dialami masyarakat.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nama *

Surel *

Situs web

Komentar

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Tidak Ada Agenda

Harmoni Musik Dan Budaya 13:00 - 15:00 Bersama Mardijani

Bersama Mardijani

Klinik Keluarga 15:00 - 17:00 Bersama Sofrul Mukhlis, S.Pd.

Bersama Sofrul Mukhlis, S.Pd.

Nuansa Islami 17:00 - 18:00 Bersama Nurul Wahyudi

Bersama Nurul Wahyudi

Bina Siswa 18:00 - 20:00 Bersama Sofrul Mukhlis, S.Pd.

1490970 Total reads:

899841 Total visitors:

245 Visitors today:

6 Visitors currently online:

WordPress Download Manager - Best Download Management Plugin