Sekilas Info

Selamat datang di portal resmi LPPL Radio Suara Pendidikan Jombang.
Selamat Ulang Tahun yang ke-13 Radio Suara Pendidikan ( 15 Oktober 2004 – 15 Oktober 2017 )
Nomor telepon Radio Suara Pendidikan Jombang yang lama diganti ke nomor telepon yang baru (0321) 874791 beralih ke (0321) 8490021.
Waspada penipuan mengatasnamakan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang.
Kepala SMP 3 Peterongan, Karyono menerima penghargaand ari Presiden RI, Ir. Joko Widodo. (dok. SMP Negeri 3 Peterongan)
Kepala SMP 3 Peterongan, Karyono menerima penghargaand ari Presiden RI, Ir. Joko Widodo. (dok. SMP Negeri 3 Peterongan)

SMP Negeri 3 Peterongan Menuju School Green Asia

PETERONGAN – Bogor bergemuruh dengan dianugrahkannya penghargaan adiwiyata mandiri secara langsung oleh Presiden Jokowi kepada Karyono selaku Kepala SMP Negeri 3 Peterongan (5/6) lalu.

Meskipun agak instan, tahun 2013 dalam menuju sekolah adiwiyata tingkat kabupaten Jombang, SMP Negeri 3 Peterongan membuat target tersendiri. Dengan melakukan study ke beberapa sekolah menengah pertama yang sudah meraih penghargaan untuk dijadikan formula baru dalam beradiwiyata.

Dalam prosesnya, guru dipacu untuk intensif melaksanakan KTSP yang didalam pembelajaranya sudah diselipkan beberapa materi yang berbasis lingkungan. Selain itu, guru juga diberi mandat tanggung jawab secara langsung untuk menjadi pendamping dan pembina pokja sebagai penanaman konsep yang harus dikedepankan.

Berbekal pengetahuan ini, sekolah ini bisa melenggang ke tingkat provinsi. Komitmen bersama antara warga sekolah dengan guru maupun stakeholder sekolah dapat menumbuhkan komitmen dan implementasi karakter. Yang dimanapun kapanpun guru dan murid harus bersama-sama melaksanakannya.

“Dalam perjuangan dalam mencapai mandiri, justru tidak begitu banyak masalah. Karena konsep kurikulum yang kita terapkan sudah 77% dalam pembelajaran. Penataan lingkungan sudah cukup tinggi, konsep anggaran sudah 22,7% sudah dialokasikan untuk adiwiyata,” ucap Safa’ Efendi, M.Pd, Penanggung jawab adiwiyata di SMP Negeri 3 Peterongan.

Dengan menyandang adiwiyata ditingkat mandiri, guru-guru SMP Negeri 3 Peterongan ini memiliki arti tersendiri mengenai perlunya konsep kesadaran pembelajaran terhadap lingkungan. Dalam menumbuhkan dan membangun karakter peserta didiknya, pihak sekolah mengenalkan pendidikan lingkungan mulai dari MOS sampai pemberian tanggung jawab pada kelas 8 dan 9 untuk mengembangkan pokja. Dengan pokja itulah anak bisa berkiprah banyak. Mulai diajak membuat standart oprasional prosedur dalam menggunakan pokja. Dimana hasil akhirnya bisa membangun karakter anak.

Selain itu, sekolah juga menggalakkan progam 3R yakni Reduce, Reuse, dan recycle. Mulai mendaur ulang sampah yang tidak layak pakai sampai pemberian kesempatan dalam penataan lingkungan kelas, sehingga terciptalah taman kelas.

Dibalik semua itu, rahasia suksesnya SMP Negeri 3 Peterongan tidak lain adalah sebuah komitmen yang dipegang teguh antara berbagai pihak terkait. Khususnya guru dan murid yang dalam proses dan tindakan sekaligus stekeholder harus tetap berinovatif dalam menciptakan dan melaksanakan pendidikan lingkungan.

Langkah SMP Negeri 3 Peterongan tidak hanya berhenti pada tahap ini. Kedepannya berharap dapat menciptakan school green Asia. Dengan mempelajari konsep-konsep dan berbagai latihan berkelanjutan, bukan tidak mungkin itu akan terealisasi. ■ m. taufiqur rohman.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>